
Si manis Mbok
Ini Mbok, begitu kami memanggilnya, induknya Kuyo yang pernah saya ceritakan di sini. Dia sudah berada di sekitar rumah kami cukup lama, bahkan sempat melahirkan empat kucing lagi bulan Juli lalu.
Satu hari Mbok tertabrak dan mengalami luka di paha kanan serta cedera yang mengakibatkan kaki belakangnya nggak bisa bergerak. Mbok lumpuh dan nggak bisa menyusui anak-anaknya. Karena nggak mampu merawatnya dengan maksimal, beberapa hari kemudian kami memutuskan untuk membawanya ke Rumah Sakit Hewan Ragunan untuk dibersihkan lukanya.

Mbok, sesaat sebelum diperiksa di Rumah Sakit Hewan Ragunan. Gambar disensor. Silakan klik untuk versi aslinya.
Dari dokter pula kami mengetahui lumpuhnya kaki belakang Mbok akibat cedera syaraf punggung yang juga mempengaruhi kemampuan mengejannya sehingga susah buang air. Butuh waktu lama untuk terapi pemulihan syaraf ini, namun dokter menyarankan untuk fokus pada penyembuhan lukanya dulu.

Mbok saat dibersihkan lukanya oleh Dokter Topan di Rumah Sakit Hewan Ragunan
Kami sempat bingung bagaimana melanjutkan perawatan luka Mbok di rumah. Beruntung seorang rekan di kantor yang juga pengelola Fauna Welfare menawarkan potongan biaya perawatan untuk kucing liar seperti Mbok di PetVet, klinik langganannya. Maka sejak tanggal 5 September lalu mbok dirawat di sana.
Selain pemulihan luka selama hampir 2 minggu, hari kamis kemarin (20 September) Mbok juga menjalani sebuah operasi pengangkatan feces dari perutnya. Ini harus dilakukan karena Mbok masih kesulitan buang air sendiri. Di tangan dokter berpengalaman di PetVet, operasi berjalan lancar. Bahkan dua hari pasca operasi, Mbok sudah bisa dijenguk.
Dia terlihat bersih dan tampak bahagia bertemu kami meski selang infus masih menancap di kaki depannya. Lukanya sudah mengering walau kaki belakangnya masih lumpuh. Dokter Eka dari PetVet juga sudah memperbolehkan Mbok dibawa pulang untuk melanjutkan terapi pemulihan syarafnya.

Mbok, saat kami jenguk di PetVet hari Sabtu kemarin (22 September)
Hari senin besok (24 September) rencananya Mbok akan diantar ke rumah. Tapi dengan kondisi yang seperti ini, Mbok butuh tempat tinggal yang layak dari sekedar teras rumah kami. Mbok butuh shelter selama menjalani terapi hingga kaki belakangnya pulih.
Lagipula dia nggak akan bertemu anak-anaknya lagi saat pulang nanti karena satu-persatu mati sejak dia dirawat. Ya, mereka terlalu kecil saat ditinggal. Bahkan memberi mereka makan tiap haripun nggak cukup untuk membuat mereka bertahan hidup.
Jadi kalau Anda adalah pengelola shelter hewan liar di Jakarta, atau bisa merekomendasikan shelter hewan liar pada kami, mohon tinggalkan balasan di kolom komentar. Sebagai tambahan informasi, kami tinggal di daerah Pasar Minggu, Jakarta Selatan.
Bantu Mbok, yuk. Carikan Shelter untuk Mbok.
Aku coba kontak yang punya shelter ya :)
terima kasih, mbak. ditunggu kabarnya :)
Ada Ayang Ayang Shelter jg Pejaten Shelter… Bs cek di facebooknya. Ayang2 klo ga slh di cinere deh
nanti saya coba cari. terima kasih infonya ya :)
Haloo, kalo mau nengokin mbok kemana yaa? :)
Halo juga.
Nggak lama setelah pulang dari klinik, mbok diadopsi sama pecinta kucing dari bogor.
Sayangnya saya nggak punya alamatnya :D
syukurlah mbok sdh punya keluarga baru. kucing y tabah berhak mdptknya. good job tuk smua